Kelompok Mahasiswa Studi Mangrove Raih Kehati award (gatra.com)

Jakarta, GATRAnews - ?Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati) kembali menganugrahkan Kehati Award VIII kepada enam pahlawan lingkungan Tanah Air. Termasuk Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (Kesemat) dari Semarang, Jawa Tengah, meraih kategori Tunas Lestari Kehati.

Direktur Eksekutif Yayasan Kehati, MS Sembiring mengatakan, para pemenang Kehati Award VIII bisa menjadi inspirasi Indonesia. Misalnya, Kesemat dari Semarang, Jawa Tengah, ini merupakan anak muda yang concern terhadap masalah abrasi pantai dan mangrove.

 

"Mereka adalah inspirasi Indonesia, sangat concern terhadap lingkungan dan keanekaragaman hayati. Mereka bisa menjadi teladan bagi yang lain," ujar Sembiring di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1) siang. 

Kesemat berdiri atas keprihatian parahnya abrasi yang melanda perairan utara Kota Semarang. Tak hanya menanam mangrove, Kesemat juga memberikan nilai ekonomi tambah bagi masyarakat Teluk Awur dengan memanfaatkan mangrove.

Sementara untuk kategori Prakarsa Lestari Kehati diberikan kepada Aziil Anwar dari Majene, Sulawesi Barat, ?yang merehabilitasi mangrove Masyarakat Adat Haruku Maluku. Kemudian, Januminro mendapatkan Pendorong Lestari Kehati atas usahanya membuat model pengelolaan hutan gambut berbasis hak milik. 

Citra Lestari Kehati diberikan kepada Agustinus Sasundu, musisi lokal yang behasil memanfaatkan bambu untuk alat musik tradisional. Sementara Peduli Lestari Kehati ?ke-VIII untuk Ambarwati Esti, ibu rumah tangga yang gigih melestarikan pangan lokal dalam berbagai jenis makanan. 

Yayasan Kehati juga menganugrahkan Cipta Lestari Kehati untuk Achmad Subagio dari Jember Jawa Timur. Pakar pangan jebolan salah satu universitas di Jepang ini menciptakan Mocaf (modified cassava flour), tepung singkong yang ditanam di lahan kritis. 

"Melalui Kehati Award ini, kami ingin mengajak masyarakat Indonesia lebih peduli pada lingkungan dan keanekaragaman hayati. Sebenarnya, tanpa keanekaragaman hayati niscaya akan ada kehidupan saat ini," ujar Sembiring. 

Kehati Award ke-VIII menerima 88 usulan bakal pemenang baik dari individu, kelompok masyarakat maupun badan usaha. Selanjutnya disaring menjadi 15 nominasi dan tahap berikutnya menjadi 12 nominasi yang perlu diverifikasi ke lapangan oleh dewan juri. 

Ketua Dewan Juri Eko Barato Waluyo mengatakan, juri berdebat cukup panjang untuk menentukan pemenang di setiap kategori. Ia mengibaratkan, pengambilan pemenang riuh seperti 'Rampak Gendang' yang cukup meriah dan berirama. 

"Ini sangat berat sekali menentukan siapa pemenang, semuanya layak menjadi pemenang. Kami seperti Rampak Gendang dalam menentukan keputusan Kehati Award VIII ini," tutur Eko.

sumber: http://www.gatra.com/budaya-1/apresiasi/131491-kelompok-mahasiswa-studi-mangrove-raih-kehati-award.html

Didukung Oleh