18 Tahun Jaga Hutan, PNS Kalteng Raih Kalpataru (kaltengpos.web.id)

PALANGKA RAYA – Salah satu penghargaan tertinggi bidang lingkungan hidup di Indonesia yakni Kalpataru berhasil diraih warga Kalteng. Setelah lebih dari sepuluh tahun, penghargaan untuk individu atau kelompok yang berjasa dalam upaya pelestarian lingkungan ini diterima oleh Januminro. Ia mendapat Kalpataru bidang pengabdian lingkungan.

"Penghargaan ini saya harap bisa mengangkat kepeloporan dan keteladanan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup," harap Januminro saat dibincangi Kalteng Pos, Minggu (7/6).

Selain itu juga untuk mendorong berkembangnya inisiatif lokal dalam menyelesaikan berbagai permasalahan lingkungan, serta mensosialisasikan dan membangun gerakan lingkungan hidup.

 

Pria yang tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya ini merupakan pelopor/model kelola hutan gambut hak milik "Jumpun Pambelom" dengan berbagai fungsi/manfaat. Ruang terbuka hijau, taman kehati, rest area, pos siaga kebakaran hutan dan lahan, pemplot penyuluhan swadaya, perpustakaan desa, konservasi tanaman langka/dilindungi.

"Selain itu juga ada lokasi riset dan pendidikan lingkungan, penyediaan dan pengolahan air minum serta pengembangan ekonomi lokal," ucapnya.

Dijelaskannya, salah satunya adalah bermodalkan tanah dengan luas 10 hektare. Kegiatan penanaman dan pemeliharaan ini dilakukan sejak 1997,  pasca kegagalan proyek Pengembangan Lahan Gambut sejuta hektar dan eks kebakaran lahan gambut.

Ditambahkannya, populasi tanaman lebih dari satu juta pohon dengan jumlah koleksi sebanyak 98 jenis. Mencakup vegetasi rawa gambut yang diperkaya dengan aneka tanaman dan buah-buahan  langka. "Sehingga tingkat cadangan karbon ± 96, 39 ton/hektar," ujarnya.

Menurutnya, dampak kegiatan yang dilakukannya tidak hanya bersifat lokal, namun regional, nasional dan international. Kaitannya dengan emisi karbon. Pengelolaan Pertanian Terpadu "Tane Pambelom" dengan system agroforestry di lahan gambut.

"Kegiatan ini juga menunjang kebijakan kabupaten/kota, mendukung Perda Kabupaten Pulang Pisau No. 9 Tahun 2005 Tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan," jelasnya.

Juga menunjang kebijakan lokal, lanjutnya, yakni pengelolaan hutan gambut hak milik "Jumpun Pambelom" dan pertanian terpadu "Tane Pambelom". Ini merupakan wujud dari aplikasi mempertahankan kearifan lokal masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan dan lahan gambut seperti budidaya jelutung,  balangeran, pantung, galam dan aktivitas pertanian air tawar berupa beje.

Januminro yang juga salah satu pejabat Pemko ini mengharapkan agar masyarakat lainnya dapat berbuat sama seperti yang dirinya lakukan. Kemudian ada perhatian penuh terhadap lingkungan dan hutan.

"Yang pasti bermanfaat untuk kelestarian alam dan hutan kita ini," ucap Januminro.

Sementara itu Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kalteng Mursyid Marsono melalui Kabid peningkatan Kapasitas Akses Informasi dan Mitra Lingkungan Mathius Hosang, mengakui kurangnya perhatian pemberdayaan masyarakat oleh pemerintah dan cenderung tidak terlalu peduli. Sebenarnya potensi bidang lingkungan dan alam luar biasa besarnya.

"Baik pemerintah dan masyarakat tidak begitu peduli terhadap lingkungan selama ini," ucap Mathius Hosang kepada Kalteng Pos di ruang kerjanya, Kamis (4/6). Padahal gaya hidup untuk melestarikan lingkungan tanpa disadari memiliki peranan yang penting.

Di tempat yang sama, Kasubid Akses Informasi dan Kemitraan BLH Kalteng Esau A Tambang menambahkan, sudah ada upaya dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini, perbaikan dalam mendorong pembinaan orang – orang yang mendedikasikan sebagian hidupnya untuk kelestarian lingkungan dan alam.

"Kita bersama – sama dengan berbagai pihak seperti LSM ataupun masyarakat untuk memacu mereka yang punya dedikasi tinggi memperhatikan masalah lingkungan dan pelestariannya," ungkapnya. Kalau dulunya hanya seperti orang tidur saja, tidak berbuat apa – apa, nah sekarang dilakukan perubahan itu.

sumber: http://kaltengpos.web.id/berita/detail/20261/18-tahun-jaga-hutan-pns-kalteng-raih-kalpataru.html

Didukung Oleh